
Proyek perbaikan tanah lunak di lokasi sangat bergantung pada alur kerja yang distandarisasi. Dokumen ini menyusun urutan konstruksi lengkap dari pra-pemuatan vakum, mulai dari persiapan pra-konstruksi hingga penerimaan selesai. Ini berfungsi sebagai referensi praktis bagi staf teknis dan personel manajemen konstruksi.
Urutan Konstruksi Secara Keseluruhan:
Pembersihan dan perataan lokasi → Survei dan penandaan → Instalasi drain vertikal prefabrikasi → Pemasangan jaringan drainase horizontal → Pembangunan sistem penutup → Instalasi dan pengujian peralatan → Penghisapan vakum dan stabilisasi tekanan → Pemantauan proses penuh → Pembongkaran dan penerimaan
Langkah 1: Pembersihan dan Perataan Lokasi
Hilangkan gulma, lumpur, dan puing-puing konstruksi dari lokasi. Perata tanah dan hilangkan tonjolan serta cekungan. Cegah benda tajam menusuk membran penutup dan sediakan dasar datar untuk operasi selanjutnya.
Langkah 2: Survei dan Penandaan
Lakukan tata letak yang presisi sesuai gambar desain. Tandai posisi instalasi drain vertikal prefabrikasi, jalur pipa drainase, dan batas zona perbaikan. Pasang penanda yang jelas untuk memastikan jarak dan kedalaman sesuai spesifikasi desain.
Langkah 3: Instalasi Drain Vertikal Prefabrikasi
Gunakan mesin khusus untuk pemasangan drain untuk penempatan dan instalasi. Kendalikan secara ketat kedalaman instalasi, vertikalitas, dan jarak. Hindari penarikan kembali drain, kerusakan, dan offset. Potong dan pasang drain setelah selesai untuk menjamin saluran drainase tidak terhalang.
Langkah 4: Pemasangan Jaringan Drainase Horizontal
Pasang selang filter fleksibel dan jaringan pipa utama-cabang. Hubungkan drain vertikal secara akurat ke pipa cabang. Susun pipa secara merata dengan kemiringan yang wajar, bebas dari tikungan dan sumbatan untuk membentuk sistem drainase yang terhubung penuh.
Langkah 5: Pembangunan Sistem Penutup
Pasang geotekstil dasar untuk melindungi sistem drainase, diikuti oleh membran penutup multi-lapisan. Sambungkan sambungan membran dengan kuat menggunakan fusi termal. Tanam tepi membran ke dalam parit penutup dan padatkan untuk penutupan rapat guna menghilangkan titik kebocoran udara.
Langkah 6: Instalasi dan Pengujian Peralatan
Pasang pompa vakum, pemisah air-gas, dan instrumen pemantauan. Sambungkan sistem pipa dan periksa sirkuit serta kinerja penutup secara menyeluruh. Lakukan pengujian tanpa beban untuk memastikan operasi peralatan normal.

Langkah 7: Penghisapan Vakum Berkelanjutan dan Stabilisasi Tekanan
Mulai penghisapan vakum resmi dan tingkatkan tekanan vakum secara bertahap. Pertahankan tekanan negatif yang stabil di atas 80 kPa dengan operasi terus-menerus; hindari pemadaman sembarangan. Ambil langkah perlindungan di lokasi yang tepat.
Langkah 8: Pemantauan dan Pengendalian Proses Penuh
Pantau secara terus-menerus tekanan vakum di bawah membran, settlement permukaan, tekanan air pori, dan perpindahan tanah horizontal. Catat data harian dan sesuaikan kondisi konstruksi berdasarkan hasil pemantauan.
Langkah 9: Pembongkaran dan Penerimaan
Bongkar dan matikan peralatan ketika tingkat konsolidasi, settlement, dan kapasitas dukung memenuhi persyaratan desain dan tetap stabil selama lebih dari tujuh hari. Bongkar fasilitas, susun dokumentasi, dan selesaikan penerimaan penyelesaian.
Kesimpulan
Preloading vakum adalah teknik utama untuk perbaikan tanah lunak area besar. Setiap prosedur kerja secara langsung menentukan kinerja penguatan. Pelaksanaan ketat dari alur kerja standar dan pengendalian yang ketat terhadap drainase, penutupan, pemompaan vakum, dan pemantauan dapat secara efektif mengurangi risiko kualitas dan memastikan penguatan tanah lunak memenuhi harapan desain.
Sumber: Guangzhou Sunzo Foundation Engineering Co., Ltd.
Ikuti SUNZO untuk pembaruan terus-menerus tentang pengetahuan perbaikan tanah lunak, teknik konstruksi, interpretasi teknologi baru, dan studi kasus rekayasa!
